Pages

Friday, January 4, 2013

Dulu, Ketika Nenek Muda


Dulu, ketika nenek muda
Gaharu berjajar rata dalam rimba
Pelangi kecil ranum di balik semak, wanginya semerbak
Desir dedaunan berpadu dengan kicau kutilang
Harmoni nada mengalun dalam orkestra alam

 Dulu, ketika nenek muda
Menghidu semilir sangatlah lezat
Sehat dan nikmat meski lamat-lamat
Saat fajar datang, iringan elora turut menemani
Sinar jingga menembus pagi lalu  membelai pipi

Itu dulu, ketika nenek muda
Kini semua berbeda, semesta semakin renta
Yang hijau nampak kelabu, yang bersih jadi berdebu
Khalifah-khalifah semu terlalu jauh menyansai alam
Membiarkan terik menyusup gahar
Membiarkan masa lalu menguap benar-benar

Udara panas mencakar kota dengan beringas
Kepulan racun saling berebut, memaksa untuk dihirup
Mana hamparan hijau yang kata nenek mendamaiakan?
Hanya nampak beton rapuh berdiri di hadapan
Dongengkah? Legendakah?
Entahlah, hanya imajinasi yang kini bermain dalam otak
Aku ingin menatap semesta dengan nyata
Seperti dulu, ketika nenek muda

No comments :

Post a Comment

 

GITA HARSAYA Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos